”Belajarlah dari dahsyatnya tetesan air hujan yang mampu melubangi batu hitam yang keras, karena menetesinya secara terarah dan terus menerus”

Saya mendapatkan banyak keluhan dari sejumlah teman di seputar kegagalan mereka mewujudkan impian, visi, cita-cita, dan rencana mereka. Tidak ada yang salah pada impian, visi, cita-cita, atau rencana yang mereka bua

t. Tetapi kemudian, segera saya temukan penyebab fundamentalnya,yaitu tidak adanya kesempatan memikirkan rencana tersebut secara TERFOKUS.

Berpikir FOKUS adalah berpikir secara khusus serta penuh konsentrasi untuk dapat mewujudkan rencana hidup kita sampai menjadi kenyataan, melalu serangkaian kendali dan pengawasan atas kemajuan pelaksanaannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat gejala fokus ini pada saat sebuah kaca suryakanta yang diarahkan ke matahari dan cahaya yang melewati lensanya kita fokuskan pada sebuah kertas. Tak seberapa lama kemudian kertas itu terbakar. Dahsyat bukan! Sebuah upaya memfokuskan sinar matahari ke selembar kertas ternyata menghasilkan energi yang memiliki daya bakar. Seperti itu pula pikiran Kita!

Bagaimana Melakukannya?

Pertama. Biasakan untuk dengan mudah keluar dari jebakan rutinitas. Sehingga kita punya waktu yang cukup dalam memikirkan rencana hidup kita.

Kedua. Sediakan waktu khusus terutama ketika kondisi kita secara keseluruhan masih fresh dan fit untuk berpikir. Saya biasanya punya waktu favorit pada waktu tahajjud hingga selesai shubuh.

Ketiga. Berpikirlah dengan bantuan media (buku, komputer, HP, communicator, PDA, lain-lain) dan biasakan menyimpan buah pikiran kita sebagai sebuah dokumen yang sewaktu-waktu bisa kita akses kembali ,untuk dipikirkan secara lebih serius dan penuh konsentrasi bagaimana cara mewujudkannya.

Keempat. Pusatkanlah pikiran kita untuk memikirkan hal-hal berikut:
a. Tujuan akhir, impian hidup, rencana-rencana kita yang jangka panjang – menengah – pendek. Apakah kita sering mengingatnya atau justru sebaliknya?
b. Agenda dan tindakan dari rencana-rencana yang kita buat berikut cara pengawasan dan pengendalian atas kemajuannya dari waktu ke waktu.
c. Kekuatan-kekuatan yang kita miliki agar dapat kita kembangkan secara optimal, serta kelemahan-kelemahan diri kita untuk diatur agar tidak menjadi penghalang sukses kita.

Kelima. Sebutlah selalu rencana-rencana kita itu dalam doa-doa kita kepada-Nya dan mohonlah secara berulang-ulang bantuan-Nya sebagai bukti bahwa secara mutlak kita butuh kepada-Nya. Hal ini juga untuk menumbuhkan efek penegasan atau afirmasi dalam diri kita.Dengan cara ini pikiran kita selalu bisa terFOKUS pada cita cita kita , sehingga lebih mudah mengeksekusinya