“Engkau harus tetap yakin, walaupun matahari hidupmu meredup karena hendak terbenam, ia pasti terbit lagi esok pagi dengan cahayanya yang jauh lebih terang”

Bisakah hidup saya berubah ? Sampai kapan kesulitan hidup seperti ini akan berlangsung ? Masihkah matahari harapan akan terbit dilangit kehidupanku dengan cahayanya yang lebih cerah?

Ya itulah serentetan pertanyaan yang sering melintas lintas dipikiranku menjelang matahari sore terbenam pada kurun waktu 1992 – 2000.

Pertanyaan pertanyaan itu terutama sering muncul pada saat saat saya :

Pertama : Menjalani kuliah di IKIP Negri Surabaya jurusan Pendidikan Matematika dan sepenuhnya bergatung pada biaya yang dikirimkan oleh ayah dan ibu saya di desa yang kondisinya begitu berat untuk membiayai saya.

Kedua : Masih menafkahi istri saya dengan menjadi tukang becak, karena permintaan untuk menjadi guru privat matematika seperti saat saya masih kuliah tidak ada.

Ketiga: Beralih pekerjaan menjadi tukang parkir sepeda motor bersama mertua di kebun binatang Surabaya, sambil menunggu nunggu bisa kembali menjadi guru privat matematika.

Keempat : Menjadi guru privat matematika di Surabaya dengan penghasilan yang sudah lebih baik dari menjadi tukang becak dan tukang parkir sepeda motor, akan tetapi belum bisa berkirim untuk ayah – ibu serta adik adik di Sumenep Madura.

Kelima : Pulang kampung menjenguk ayah – ibu di Sumenep, tetapi belum bisa memberi bantuan rutin biaya hidup bulanan buat mereka berdua

Lalu saya ingat ingat, apa yang kemudian mulai memberi perubahan drastis dalam kehdupan saya, sehingga saya dimudahkan oleh NYA untuk mengatasi satu demi kesulitan hidup yang saya hadapi itu..

Saya menyadari ada dua hal penting yang secara mendasar mengilhami dan membantu proses perubahan hidup saya :

Pertama : Spirit perubahan hidup yang dilakuan seorang anak muda yang dbelit kesulitan hidup berupa hutang. Lalu secara bertahap ia berhasil mengatasinya setelah diajari doa oleh Nabi SAW. Dan dia kelola hidupnya dengan cara jauh lebih baik sebagaimana semangat diajarkan dalam doa itu.

Kedua : Prinsip prinsip operasional HIDUP TAQWA yang saya praktekkan sesuai pemahaman yang saya dapatkan dari mempelajari dan memahami PRAKTEK TAQWA manusia manusia unggul yang diceritakan dalam berbagai ayat kitab suci NYA, seperti tiga tulisan saya terdahulu

Secara riil memang terhitung sejak tahun 2001, saya mulai melakukan perubahan besar besaran pada performa dan kinerja pribadi saya :

Pertama : Saya mulai belajar menenangkan diri dan membulatkan keyakinan untuk sanggup menghadapi situasi sulit hidup saya .

Musa yang tetap optimis akan datangnya jalan keluar dari ALLAH di depan Laut Merah padahal dibelakangnya ribuan tentarara mesir hendak membunuhnya bersama Bani Israil yang dipimpinnya, mengajari saya untuk tetap tenang, dan yakin bahwa sesulit apapun hidup saya, pasti ada jalan keluarnya dari Allah kalau saya mau terus bergerak berusaha diatas jalan NYA.

InsyaAllah besok saya sambung lagi.

Related posts: