1.”Kata-kata ” menjadi penghubung kita
dengan semua yang ada dalam kehidupan kita.

2.Lewat “kata-kata ” lah kita mengenal
semua hal di luar dan di dalam diri kita.

3.Tetapi sebagian besar diri kita
tidak terlalu peduli dengan kekuatan ” kata kata ” tersebut.

4.Keadaan tersebut bertahan sampai kita
mengalami saat saat disakiti dengan “kata kata ”
yang kita dengar , dan merasa digugah serta disemangati
dengan ” kata kata ” yang kita dengar juga.

5.Tetapi itupun tidak cukup untuk membuat kita
lebih serius mempelajari segala hal tentang ” kata kata”.

6.Bagi kita jauh lebih penting mempelajari
segala hal tentang “cita cita”,”usaha”,”sukses”,
“uang”,”kekuasaan”,” citra” ,dan lain sebagainya
selain” kata kata ”

7.Sampai kemudian sebagian dari “kata kata”
yang kita kenal adalah ” kata kata” tentang “Tuhan” kita
“nama.Nya” , dan semua “kata kata” yang menyusun ” doa ”
yang kita ucapkan secara berulang setiap harinya.

8.Ketika kemudian kita merasakan : ” ketenangan , kejernihan , kedekatan , kebahagiaan , kesadaran , kekuatan , kemauan ,kontrol diri ,… dan kedekatan…” setelah kita menyebut , memanggil serta mengulang ” nama Tuhan ” , serta semua ” kata kata doa” kita,
barula kemudian kita menyadari dahsyatnya semua ” kata kata ” yang ada dalam “doa” yang kita pelajari dari “Kitab Suci Tuhan ” kita yang disampaikan melalui Rasul terakhir Nya kepada kita.

9.Di titik inilah kita kemudian menyadari bahwa ” kata kata” jauh lebih berharga dari segalanya , sebab :”pola pikir , keyakinan ,sikap dan prilaku ” kita terbentuk secara langsung dari semua ” kata kata” yang kita pelajari dari semua arah kehidupan kita , termasuk yang paling utama dari “Kitab Suci ” yang kita miliki.

10.Dan kita tahu bahwa pada akhirnya nasib hidup kita dibentuk oleh pilihan: ” pola pikir , keyakinan ,sikap dan prilaku hidup ” kita.